Khazanah Ngaji - Majlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW dalam rangka Haul KH Juwaini bin Nuh Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Tertek, Pare, Kediri dipadati para jamaah yang hadir semalam. Rabu malam (1/10/25).
KH Juwaini bin Nuh merupakan salah satu guru KH Ahmad Asrori Al Ishaqy Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding, Surabaya saat beliau masih muda mengenyam pendidikan selama tiga tahun.
Hal itu disampaikan langsung keluarga ndalem Pondok Pesantren Al Hidayah saat memberikan sambutan "Saya mendapat cerita dari umi (ibu) saya yang pusarannya ada disebelah timur, bahwa kyai Asrori pernah mondok disini selama tiga tahun".
Dulu sepeninggal Sayyidah Khadijah, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh wanita tua yang sering sowan ke Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah itu menyambutnya dengan baik dan ramah, sampai-sampai Rasulullah rela sorbanya dipakai alas buat tempat duduk wanita tua itu.
Wanita tua itu, menurut Rasulullah sangat istimewa. Karena wanita tua itu semasa hidupnya disayangi, dicintai, berjasa, dihormati, pernah mengabdi kepada Sayyidah Khadijah.
"Begitupun Romo Yai Asrori Al Ishaqy. Beliau ketika mengadakan Majlis Haul di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding, Surabaya. Beliau selalu mengundang keluarga besar gurunya (KH Juwaini bin Nuh) untuk hadir dalam majlisnya dengan cara yang sesuai dengan cara Rasulullah SAW". Katanya.
Iapun melanjutkan "Romo Yai Asrori selalu memfasilitasi kendaraan pulang-pergi (PP), penginapan layaknya hotel berbintang, diajak jalan-jalan dan lain sebagainya".
Semasa mondok di Pondok Pesantren Al Hidayah Tertek, Pare. Romo Yai Asrori sering keluar pondok untuk melihat acara musik-musikan, nonton film layar tancap dan mengambil singkong untuk dibakar milik dari kyainya.
Diwaktu yang sama, KH Muhammad Najib Zamzami menyampaikan "KH Ahmad Asrori Al Ishaqy semasa mondok di Pondok Pesantren Al Hidayah, beliau rutin selama 3 tahun untuk mengisi air kamar mandi (jawa: ngisi jeding) dari jam 03.00 WIB sampai menjelang waktu subuh".
"Bahkan sebelum subuh kegiatan ngaji, Romo Yai Asrori Al Ishaqy sering dipanggil (ditimbali) oleh KH. Ahmad Juwaini bin Nuh di ndalemnya untuk disuapin makanan 3 sendok setelah itu diperintah untuk mengaji. Jadi wajar kalau beliau menjadi kyai besar sampai sekarang".
Hadharatus Syekh KH Ahmad Asrori Al Ishaqy mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al Hidayah Tertek, Pare, Kediri asuhan KH. Ahmad Juwaini bin Nuh selama 3 tahun dengan mendalami kitab tasawuf, Ihya Ulumuddin karya Imam al Ghozali dan hadits shohih Bukhori-Muslim.
Cerita diatas disampaikan langsung oleh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Hidayah Tertek, Pare, Kediri dan KH Muhammad Najib Zamzami dalam acara Majlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW dalam rangka Haul KH. Ahmad Juwaini bin Nuh bersama Jama'ah Al Khidmah Kediri di Maqbaroh Asy Syaikh Ahmad Juwaini bin Nuh. (Red).


إرسال تعليق